MEMURIDKAN SUKU-SUKU BANGSA

MEMURIDKAN SUKU-SUKU BANGSA

Ayat bacaan: Matius 28:18–20

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,ˮ (Matius 28:19, TB2)

Bayangkan sejenak: Jika hari ini Yesus berdiri secara fisik di hadapan kita, lalu memberikan satu pesan terakhir sebelum kita kembali ke kesibukan dan pelayanan kita, menurut Saudara, apa yang akan Dia katakan? Mungkin kita berharap Dia berkata, “Bangunlah pelayanan yang besar.ˮ Atau, “Buatlah program yang hebat.ˮ Atau bahkan, “Jangkau sebanyak mungkin orang.ˮ Tetapi perkataan Yesus justru sangat jelas: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…ˮ Yesus tidak hanya memanggil kita untuk melakukan sesuatu bagi-Nya. Dia memanggil kita untuk pergi, menjangkau, dan menjadikan orang murid-Nya.

Perintah Agung ini disampaikan Yesus Kristus di sebuah bukit di Galilea setelah kebangkitan-Nya. Matius mencatat bahwa sebelum memberikan amanat ini, Yesus menegaskan keberadaan otoritas mutlak yang ada di tangan-Nya, baik di sorga maupun di bumi. Konteks ini sangat krusial karena para murid saat itu sedang menghadapi ketakutan, ketidakpastian politik, dan keterbatasan sebagai kelompok kecil di tengah Kekaisaran Romawi. Namun, perintah untuk “menjadikan semua bangsa murid-Ku” (matheteusate) bukanlah imbauan opsional, melainkan perintah utama yang didasari oleh kuasa Sang Raja. Kata kerja utama dalam teks aslinya difokuskan pada tindakan pemuridan, sementara pergi, membaptis, dan mengajar merupakan cara untuk mewujudkannya.

Memuridkan berarti membimbing seseorang untuk mengalami pemulihan relasi dengan Bapa, masuk dalam persekutuan tubuh Kristus, dan hidup taat pada ajaran-Nya. Janji penyertaan Yesus hingga akhir zaman menjadi fondasi teologis bahwa pelayanan penginjilan, pemuridan, serta pemenuhan kebutuhan pelayanan tidak pernah dilakukan dengan kekuatan manusia sendiri. Ketika kita terlibat aktif dalam visi dan misi Tuhan, baik melalui doa, dukungan finansial, maupun tindakan nyata membagikan Injil, kita sedang melangkah dalam otoritas dan penyertaan Kristus yang tidak pernah gagal.

Mulailah mendoakan satu nama orang yang belum mengenal Kristus minggu ini, lalu ambil langkah nyata untuk membagikan kasih serta kebenaran Allah kepada orang itu. Pembentukan murid Kristus yang sejati selalu dimulai dari kesetiaan kita untuk melangkah dan membagikan hidup dalam pelayanan sehari-hari.

Inspirasi: Melayani dan memuridkan suku-suku bangsa menjadi ringan saat kita melangkah dalam otoritas serta penyertaan penuh Yesus Kristus.

(LPMI/Tegoeh Santoso)

share

Recommended Posts