HATI-HATI DENGAN LIDAHMU

HATI-HATI DENGAN LIDAHMU

Firman Tuhan   : Yakobus 3:1-12

Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecil- nya api, ia dapat membakar hutan yang besar. – Yakobus 3:5 (TB)

 

 

Seorang anak yang memiliki sifat pemarah. Setiap kali ia marah, ia mengeluar- kan kata-kata yang kejam dan tak terkontrol kepada orang lain. Ia sangat ingin berhenti dari sikapnya itu namun sulit, sehingga ayahnya memberi nasehat agar ia belajar menahan amarahnya dengan cara setiap akan marah ia lampiaskan dengan cara memakukan sebuah paku pada kayu pagar di belakang rumah mereka. Hal itu ia lakukan selama beberapa lama, sehingga tampaklah beberapa paku yang sudah menancap di kayu pagar itu. Setelah beberapa lama ia pun berhasil dan mulai bisa menahan amarahnya. Ia menjadi tidak sering mengeluarkan kata-kata kejam. Ia pun menyampaikan hal itu kepada ayahnya. Sang ayah kemudian menyuruhnya mencabut semua paku yang telah ia tancapkan di pagar itu. Lalu sang ayah berkata “nak, kamu telah berhasil mencabut paku-paku itu tapi lihatlah bekas-bekas lubangnya di kayu itu”, demikian pun dengan kata-kata kejam yang sdh dilontarkan ke orang lain, mungkin kita sudah berhenti namun kata-kata itu telah terlanjur membuat luka di hati orang lain. Maka jagalah kata-kata mu agar tidak membuat luka kepada orang lain.

Kata-kata bisa menjadi berkat, bisa juga menjadi kutuk. Karena kata-kata bisa menusuk ke hati setiap orang, bahkan membuat luka batin yang lama bagi orang lain. Lidah yang tidak terkendali akan menjadi malapetaka bagi orang lain. Lidah yang kecil bisa mengendalikan tubuh kita yang besar.

Seorang yang katanya beriman, bahkan yang mengaku sebagai hamba Tuhan, tapi lidahnya tidak terkendali tidak akan memiliki wibawa dan harga diri. Sebab lidahnya menodai tubuhnya.

Lidah sebaiknya dikendalikan oleh hati, bukan sebaliknya lidah lebih dahulu bertindak pada akhirnya hati menjadi hambar olehnya.

 

Inspirasi: Jangan sampai mulut kita lebih pedas daripada mulut orang-orang yang malas ibadah. Jangan sampai badan kita secara fisik kelihatan tenang, tapi lidah kita menjadi penyebab huru hara dimana-mana.

LPMI/Fiktor Parantang

share

Recommended Posts