SITUASI TANPA HARAPAN?

Firman Tuhan : Mikha 3: 1-12
Para kepalanya memutuskan hukum karena suap, dan para imamnya memberi pengajaran karena bayaran, para nabinya menenung karena uang, padahal mereka bersandar kepada TUHAN dengan berkata: “Bukankah TUHAN ada di tengah tengah kita! Tidak akan datang malapetaka menimpa kita! ” (Mikha 3: 11)
Kudeta berdarah di Nepal adalah puncak frustasi yang berujung pemberontakan fisik, pelecehan dan perusakan. Keputusasaan rakyat ditambah kebencian atas gaya hedonis para penguasa menimbulkan amarah yang luar biasa. Rakyat melampiaskan kemarahan pada layanan publik dan para pejabat, menuntut terjadinya revolusi negara.
Situasi jaman nabi Mikha benar-benar mengerikan. Semua pemegang otoritas kebangsaan Israel hidupnya tidak kompeten dan memberontak pada TUHAN. Para kepala (baik satuan dari 50-100-1000 ataupun kepala puak dan suku) memimpin dengan korup, para imam mengajar karena upah, demikian pula nabi bernubuat karena uang. Jika kita bayangkan menjadi rakyat saat itu, tentu mereka seperti rakyat Nepal, frustasi untuk mencari harapan hidup yang layak. Semua pemimpin bertindak lalim, lalu apakah Tuhan kurang cara untuk menolong bangsa Israel? Apakah Tuhan tega dengan bangsa pilihan-Nya sendiri? Sejak jaman Musa seribu tahun sebelumnya, Allah sudah memberi warning bahwa berkat dan kutuk itu akan selalu tersedia bagi Israel. Berkat ketika mereka melekat pada Tuhan, dan kutuk ketika mereka melawan Tuhan. Walaupun konsentrasi dosa itu sepertinya hanya pada para pemuka kerajaan dan imam, situasi itu sebenarnya akumulasi dosa bangsa, sehingga penghukuman Tuhan juga berlaku bagi seluruh bangsa bukan hanya para penguasa dan pemuka spiritual.
Berhati-hatilah ketika kita (pernah) merasa dizalimi penguasa, atasan, atau bahkan pemuka agama. Benarkah kita bebas dari dosa atau kita juga bagian integral dari dosa sistemik itu? Atau kita justru menjadi pelopor dosa-dosa meskipun karier atau posisi kita mentereng? Situasi sulit tanpa harapan dapat kita lewati dengan mata iman tertuju pada kasih dan otoritas-Nya. Selanjutnya I Kor 13 mengingatkan bahwa harapan kita akan proporsional dalam kesempurnaan rancangan-Nya.
Inspirasi: Situasi bisa kacau tidak ada harapan, namun Tuhan sumber pengharapan sejati selalu setia menolong.
LPMI/RM Wahju Djatikoesoemo, S.Pd.
Recommended Posts

TOP SECRET
April 20, 2026

FIRMAN TUHAN TIDAK AKAN GAGAL
April 19, 2026

TANDA KELIMA
April 18, 2026

