TERBAIK & TERSINGKIR ?

TERBAIK & TERSINGKIR ?

Firman Tuhan : 2 Korintus 11: 30-33 

Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya,  tahu, bahwa aku tidak berdusta. (2 Korintus 11: 31) 

Alm Letjend TB Silalahi, perwira TNI AD dengan prestasi selalu “terbaik” sejak  Kursus Danki tahun 1965, Lemhanas 1983 hampir resign saat stag 4 tahun di  pangkat Kolonel “tidak terpakai.” Tapi hari itu juga semuanya berubah! Tugas besar  tiba, menjadi jenderal, lalu dosen Sesko AD, AL, AU, SeskoGab TNI, Sespimti Polri  dan Lemhanas, Ketua Wantimpres, dll. Selain Komisaris di banyak perusahaan,  pengelola yayasan pendidikan unggulan Soposurung, bahkan Ketua Dewan  Kehormatan Yayasan Pondok Pesantren Tradisional Indonesia. Konsistensi  integritasnya teruji dan saat menjabat MenPAN beliau menjadi Keynote Speaker  Explo Nasional LPMI di Bogor.  

Berhadapan dengan Raja Aretas, Paulus terjepit, hampir terbunuh, dan tanpa  harapan. Dengan hikmat Tuhan dia lolos ketika dimasukkan keranjang, lalu di oper  keluar tembok kota seperti sampah. Catatan penting sebelum narasi keranjang  adalah “Yesus tahu,…bahwa aku tidak berdusta” (Yun: Pseudomai -berbohong,  berdusta, hidup dalam kepalsuan). Ini adalah ungkapan penting Paulus menyangkut  integritas pribadinya dalam pelayanan (moral, teologis, keuangan) saat melalui  pelbagai aniaya, oposisi dan represi penguasa. Paulus hidup dalam integritas yang  prima sampai akhir pelayanannya. Ia dibunuh oleh penguasa bukan karena dusta,  namun karena kebenaran yang diyakini, dihidupi, dan diwartakannya. 

Meyakini kebenaran iman adalah hal penting dalam karier. Namun menghidupi  kebenaran dan mewartakannya (termasuk kabar kesukaan dalam Kristus) itu pasti  berrisiko. Diacuhkan, dipinggirkan, bahkan disingkirkan bukanlah hal yang mustahil.  Memang Tuhan bisa memberikan banyak dinamika dalam proses hidup beriman.  Tidak setiap orang dikaruniai sebagai martir, namun menderita karena Nama Yesus  dan kebenaran adalah keniscayaan yang harus kita terima dengan syukur. Jangan  takut jika dalam karier stagnan sementara. Saat integritas dan kapabilitas tetap  terjaga, ada berjuta jalan Tuhan untuk menolong dan memberkati kita. 

Inspirasi: Dalam karier harus dijalani dengan kesabaran, menjaga integritas dan  memberikan yang terbaik bagi kemuliaan nama-Nya.  

 

LPMI/RM Wahju Djatikoesoemo, S.Pd. 

share

Recommended Posts