PERTANGGUNGJAWABAN IMAN

PERTANGGUNGJAWABAN IMAN

Firman Tuhan : Markus 11:27-33

Maka kata Yesus kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.” (Markus 11:33)

 

Sejak awal sebenarnya Imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua sudah menolak keilahian Yesus sehingga mereka bertanya bukan untuk mengetahui kebenaran melainkan untuk mencari-cari kesalahan Yesus dan menjatuhkanNya.  Yesus balik bertanya bukan karena tidak tau atau menghindar dari pertanyaan melainkan untuk membantu membuka pikiran mereka terhadap kebenaran. Cole menjelaskan , “Pertanyaan Tuhan bukanlah jebakan; itu adalah kesempatan lain bagi mereka untuk menyadari dan mengakui kebutaan mereka”(Cole). 

Sampai saat ini pembenci Tuhan Yesus dan pengkritik Allah menggunakan pertanyaan untuk menjatuhkan kekristenan. Sebut saja Ahmed Deedat, Zakir Naik, Daniel Denned, Sthepen Hawking. Beberapa pertanyaan umum mereka: dimana di dalam Alkitab Yesus mengaku bahwa Ia adalah Allah dan sembahlah Dia? Mana dalil bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia secara bersamaan? Bukankah iman Kristen irasional? Siapapun orang Kristen yang tidak siap akan cenderung “terganggu”, marah dan bahkan meragukan keilahian dan keberadaan Allah.

Belajar dari Yesus, jika dihadapkan pertanyaan yang sama, kita perlu mengenal siapa yang bertanya, motivasi dan tujuan mereka. Jika motivasi mereka benar ingin mengetahui kebenaran, jawab dan ajar sesuai kebenaran, namun jika tujuan mereka datang dari kekerasan hati dan kebencian maka mereka tidak akan pernah mau menerima kebenaran. Jawablah dengan mem-floor-kan satu atau dua pertanyaan yang berisi pemberitaan kebenaran, sehingga peran disini adalah melayani, bukan membuktikan kebenaran. 

Inspirasi: Persiapkanlah diri dengan tekun belajar Firman Allah sehigga dapat melayani dan mempertanggungjawabkan iman kita kepada siapa saja yang mempertanyakannya. 

LPMI/Zandy Keliduan

share

Recommended Posts